cermin


oleh : Ahmad Fikri, trainer Makmal Pendidikan

 

Berbagai isu tentang pendidikan sedang marak, dari mulai sertifikasi guru, rencana penambahan mata ujian pada UN SMP dan SMA, serta pengumuman pemerintah tentang pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (US-BN) bagi siswa SD. Kesemuanya itu bertitik tolak pada harapan akan meningkatnya kualitas pendidikan, namun ditengah-tengah polemik yang semakin ramai tersebut, kita dihentakkan kembali pada daftar peringkat universitas di kawasan Asia-Pasific maupun pada tingkat dunia yang dirilis oleh THES 2007. Hasilnya, universitas di Indonesia semakin terpuruk saja. Inikah gambaran hasil standarisasi pendidikan melalui sebuah ujian nasional ? Apakah ini juga merupakan kegagalan pemerintah dalam meingkatkan kualitas pendidikan, bahkan hingga di perguruan tinggi ?

(lebih…)

Iklan

oleh : Ahmad Fikri, Trainer Makmal Pendidikan

 

Dalam sebuah studium general di kampus calon guru seorang nara sumber pernah menyampaikan data bahwa hanya 23 % lulusan kampus di bilangan Rawamangun itu yang kemudian berprofesi menjadi guru. Jadi apa, sisanya ? sebagai salah seorang almamater dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) tersebut saya sendiri cukup penasaran dengan data tersebut.

Yang saya ingat ketika di kampus dulu, saya beberapa kali bertanya ke pada teman-teman, apakah mereka berencana menjadi guru kelak ? 4 dari 10 menjawab ya. Sisanya beragam, ada yang berencana menjadi wartawan foto, membuka usaha kuliner, mendirikan percetakan, menjadi konsultan, bisnis ini dan itu. Seolah mengamini data pada studium general tersebut.

(lebih…)

sebuah tanggapan terhadap wacana sekolah unggul berbasis lokal

 

oleh : Asep Sapa’at,

trainer Makmal Pendidikan, LPI Dompet Dhuafa

“Building the Character of Your School Culture”

(Sergiovanni, 1995)

Menarik sekali mengikuti wacana baru yang sedang berkembang di tengah hiruk-pikuk kehidupan pendidikan nasional kita. Lulusan dan proses pendidikan yang berlangsung di daerah hendaknya dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan pembangunan daerah, baik secara ekonomis maupun sosial. Oleh karena itu, sekolah idealnya harus memiliki keunggulan berbasis lokal yang mampu mengidentifikasi potensi lokalnya sendiri yang khas dan unik serta memiliki relevansi yang tinggi terhadap lingkungan masyarakat sekitarnya (Kompas, 22 Mei 2007).

Ada dua konteks penting yang harus diperhatikan seandainya konsep sekolah keunggulan berbasis lokal ini ingin membumi di tataran praktis pendidikan. Implementasi manajemen berbasis sekolah yang efektif dan keterampilan manajerial kepala sekolah yang handal adalah sebuah keniscayaan menjamurnya sekolah-sekolah daerah yang memiliki keunggulan berbasis lokal.

(lebih…)

Oleh : Asep Sapa’at, Trainer Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

Teachers Guide 06/07 – George Polya, seorang matematikawan kelahiran Hongaria pada tahun 1887 ini dikenal sebagai bapak “pemecahan masalah”. Setelah beliau memperoleh gelar Ph.D pada University of Budapest, beliau mengajar pada Swiss Federal Institute of Technology di Zurich. Pada tahun 1940 beliau mengajar di Brown University United States dan kemudian menjadi staf pengajar di Stanford University pada tahun 1942. (lebih…)

Catatan Kecil Seputar Ujian Akhir Nasional

Oleh : Reza Indragiri Amriel

Reza Indragiri AmrielSinar Harapan (29/6) – ”AGTR (nama institusi disamarkan) recruits ESL teachers for many countries in Asia. We now have ESL jobs open in South Korea and from time to time will have ESL jobs in China, Hong Kong, Taiwan, Indonesia, Thailand and Vietnam. No teaching qualifications or experience needed.”

Ada “sisa” polemik seputar Ujian Akhir Nasional (UAN) yang masih berlanjut hingga kini. Dari tahun ke tahun, salah satu bidang studi yang menjadi momok adalah bahasa Inggris, di samping matematika. Tidak lulus akibat nilai UAN bahasa Inggris yang tidak mencukupi, meninggalkan sejumlah catatan. (lebih…)

Sebait pernyataan Andrias Harefa di atas memunculkan sebuah renungan akan pentingnya sebuah proses yang harus dialami seseorang untuk mencapai kematangan cipta, rasa, dan karsa, optimalisasi potensi diri, serta aktualisasi keunikan diri. Idealnya, pendidikan memegang peranan penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang terberdayakan semua potensi dirinya dengan mengacu pada sisi keunikan yang dimiliki oleh setiap individu. (lebih…)

Kasus Pertama
Pak Denis memiliki lima buah mobil dengan harga yang sangat mahal sekali. Namun demikian, hanya dua mobil saja yang biasa dipakainya. Satu mobil digunakan untuk acara refreshing keluarga dan mobil yang satunya lagi digunakan untuk kegiatan kantornya. Mengapa beliau tidak memiliki dua mobil saja yang sering dipakai sesuai kebutuhannya? Mengapa Pak Denis mau mengeluarkan biaya perawatan dan pajak yang besar dari ketiga mobilnya yang tidak pernah dipakai? (lebih…)