oleh:

Abdul Kodir

Koordinator Pendampingan Sekolah Beranda (Perbatasan)

 

Ingatkah ketika (dahulu) menjadi siswa  kita merasa jam di kelas seolah lambat bergerak, padahal hati ingin segera pulang dan secepatnya  meninggalkan kelas, padahal saat itu masih proses pembelajaran. Kita merasa tidak nyaman, bosan, dan kadang terasa menegangkan.

Suasana belajar seperti ini tentu tidak membuat kita nyaman dan tentunya materi yang disampaikan oleh guru tidak banyak yang masuk dalam ingatan kita, atau sedikitpun bisa jadi tidak ada yang masuk sama sekali dalam memori ingatan kita. Nah.. Tentunya hal itu tidak kita harapkan. Kita ingin setiap usaha yang kita lakukan dalam mengajar dapat diterima dengan baik, sehingga siswa yang kita ajarkan dapat bertambah wawasannya.

Fenomena semacam itu tentu masih banyak dirasakan oleh siswa kita, jika guru tidak menyelenggarakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Bandingkan jika nenggunakan cara yang aktif dan menyenangkan pastilah siswa akan menikmati dan akan merasakan waktu berjalan dengan cepat, dan seperti tidak ingin waktu berakhir.

Kami ibaratkan PAIKEM seperti Amunisi, prajurit perang akan selalu menyiapkan amunisi ketika akan bertempur untuk menuntaskan misi nya, dan PAIKEM adalah amunisi untuk para guru yang akan melangkahkan kaki nya menuju kelas, tanpa pola pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan, memungkinkan seorang guru bisa kalah dalam menyampaikan misi nya.

PAIKEM barangkali belum banyak guru yang menerapkannya di sekolah, atau mungkin juga ada sebagian guru yang belum mengerti arti Paikem. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Atau istilah lain menyebutnya active learning.

PAIKEM atau Active learning (belajar aktif) pada dasarnya berusaha untuk memperkuat dan memperlancar stimulus dan respons anak didik dalam pembelajaran, sehingga proses pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan, tidak menjadi hal yang membosankan bagi mereka. Dengan memberikan strategi active learning (belajar aktif) pada anak didik dapat membantu ingatan (memory) mereka, sehingga mereka dapat dihantarkan kepada tujuan pembelajaran dengan sukses. Hal ini kurang diperhatikan pada pembelajaran konvensional.
Makmal Pendidikan LPI Dompet Dhuafa, mengajak para guru  untuk menjadikan proses pembelajaran menjadi sesuatu yang menyenangkan di kelas. Hal yang dilakukan Makmal Pendidikan LPI-DD adalah Dengan mengadakan training Paikem di Wilayah Beranda (sekolah dampingan di daerah perbatasan).

Pelatihan yang telah dilakukan ini diharapakan mampu menjadi amunisi untuk merubah metode pengajaran yang masih berpusat pada guru (konvensional), sehingga dapat melahirkan siswa yang berkualitas.