oleh:

Kamal Basya, S.Pd.

Jika tidak mampu merubah dunia,

setidaknya kita mampu mengubah diri sendiri.

~

Assalamu’alaikum, seru temanku Dede Kurnia yang baru datang dari rumahnya ke kos kami. Dede adalah salah satu teman kelas saya yang sudah di wisuda lebih dulu dan sudah menjadiguru di SDIT Depok. Gimana bro kabarnya?tanya salah satu teman kos Rudi Purwanto kepadanya. “Alhamdulillah sehat wal’afiat bro,” jawab Dede dengan santai.

Ada kabar baik apa nih juragan? Kami ini domba-domba sesat yang harus diselamatkan kawan, hahaha… celotehku sambil bercanda di sela-sela pembicaraan yang hangat itu. Ada informasi baru nih buat kalian. Saya diberitahu tetangga, bahwa ada program Sekolah Guru Ekselensia Indonesia di Dompet Du’afa Bogor. Saat ini sedang mencari tenaga pendidik profesional. Untuk lebih jelasnya bisa kalian lihat di alamat website ini: http://lpi-dd.net.”

Berawal dari informasi sosok Dede inilah, saya pun segera beranjak mencari tahu lebih banyak dengan mengakses internet sesuai dengan alamat yang diberikan itu. Ada tiga orang dari teman-teman saya yang mengambil program SGEI ini. Yaitu, Dede Kurnia, Rudi Purwanto, dan saya sendiri. Kami bertiga pun melakukan registrasi dengan mengisi formulir yang telah tersedia.

Alhasil, alhamdulillah dua orang dari kami dinyatakan lulus uji seleksi berkas dan selanjutnya akan menjalani tahap tes wawancara. Kebahagiaan kami tidaklah sempurna karena salah satu teman kami ada yang kurang beruntung, tidak mendapatkan kesempatan bisa bergabung dalam program SGEI tersebut. Walaupun demikian, kami pun berdua harus menjalani proses interview yang telah ditetapkan waktunya. Beberapa hari kemudian kami mendapatkan SMS dari paniti SGEI bahwa kami berdua diterima dan sudah menjadi bagian dari peserta SGEI angkatan ke-2.

Kehidupan itu selalu dinamis.Siapa pun tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di setiap langkah demi langkah. Tidak akan terelakkan bahwa segalanya bisa berubah dalam hitungan jam, menit bahkan satu kedipan mata sekalipun.Semuanya adalah keniscayaan yang bisa terjadi pada siapapun. Begitu pun yang sama dengan apa yang dialami temanku, Dede Kurnia. Dia memutuskan untuk mundur dari program ini karena alasan keluarga yang tidak merestui langkahnya meski pada awalnya dia mempunyai kemauan yang tinggi untuk mengikuti program SGEI ini.

Kini, tinggal aku sendiri yang punya keyakinan dan keberanian melangkah untuk terus melanjutkan bergabung dalam program SGEI tersebut. Setelah hari demi hari saya lewati bersama indahnya kapal SGEI ini, saya merasa seolah tercerahkan. Tetesan demi tetesan ilmu yang membuat saya serasa masuk dalam sebuah paradigma baru, dalam dinamika kehidupan yang lebih baik. Banyak sekali inspirasi-inspirasi positif dan pelajaran-pelajaran bermakna selama proses pelatihan berlangsung yang mampu menghidupkan kembali ruh atau semangat juang yang sudah lama hilang.

Inspirasi dan pelajaran-pelajaran berarti itu di antaranya:

  1. Saya menjadi lebih tahu bahkan sadar akan hakekat guru yang sejatinya.

  2. Saya belajar menjadi guru yang berkarakter.

  3. Saya belajar harus untuk selalu memperbaiki diri.

  4. Saya diajarkan bagaimana menjadi guru yang menyenangkan bagi siswa.

  5. Saya diberikan ilmu bagaimana menghadapi keberagaman dan keunikan siswa.

  6. Saya diajarkan bagaimana menggali potensi siswa.

  7. Saya dididik menjadi guru pemimpin, guru model, dan juga berjiwa enterpreneurship.

Tentu kalau disadari sebenarnya masih banyak lagi inspirasi-inspirasi selain di atas tadi. Tapi, setidaknya itulah yang mampu saya tangkap dari proses kebersamaan ini semua. Namun, dari beberapa poin yang disebutkan, ada suatu hal besar yang membanggakan serta membuat saya merasa terhormat menjadi bagian dari program SGEI ini yaitu; saya bertemu dengan orang-orang hebat di sekeliling saya; guru-guru cerdas yang penuh kesopanan dan keramahan; trainer-trainer kreatif yang energik dan menyenangkan; kawan-kawan brillian perwakilan masing-masing perguruan tinggi di seluruh Indonesia; adik-adik jenius Smart Ekselensia yang penuh semangat; alam lingkungan sosial yang islami penuh kehangatan, keakraban, dan kekeluargaan.

Inilah semua pengalaman belajar yang menginspirasi saya untuk terus memacu perjuangan tidak kenal lelah, dan untuk terus maju sampai pada sebuah tujuan.

Terima kasih untuk semuanya….!!!