oleh:

Vera Zuryati, S.Pd.

Pagi itu saya memulai perkuliahan di SGEI, terlihat senyuman dan canda tawa dari teman-teman untuk menyambut datangnya pagi dan siap menerima perkuliahan. Tetapi sebelum memulai perkuliahan, ketua kelas memberikan ice braking kepada mahasiswa yang ada di dalam kelas.

Mahasiswa SGEI berjumlah 30 orang, berasal dari berbagai kota seluruh Indonesia. Saya dan teman-teman mengikuti masa pendidikan selama lima bulan di SGEI, dan setelah itu akan di tempatkan di sekolah marjinal selama satu tahun. Sebelum ditempatkan di sekolah tersebut, saya dan teman-teman mendapatkan materi tentang guru sebagai pendidik anak yang akan mengantarkan ke tingkat yang lebih tinggi.

Saya begitu bersemangat mengikuti perkuliahan karena ini merupakan impian saya sejak dulu—mengajar di sekolah marginal. Saya mendapatkan materi dari guru-guru besar dan orang-orang terkenal, banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan. Materi yang saya dapatkan diantaranya adalahjadilah guru berkarakter, pembinaan karakter guru, pemantapan wawasan, kepemimpinan, psikologi pendidikan dan sekolah, studi kasus masalah guru mayoritas pokok, arti penting pembelajaran tematik, manajemen anak berkebutuhan khusus, penilaian berbasis kelas, psikologi perkembangn anak, psikologi pribadi, kaidah penulisan soal, bagaimana menghadapi massa dan didengar, melukis dengan kata, dan masih banyak lagi materi perkuliahan yang saya dapatkan di SGEI. Saya juga mendapatkan keluarga dari LPI_Dompet Dhuafa dan teman-teman SGEI.

Semua materi itu adalah bekal persiapan magang ketika di bulan Febuari. Dari semua materi yang didapatkan itu merupakan inspirasi agar saya dapat menjadi guru model—saat magang mahasiswa akan menjadi guru pendamping di desa. Jadi belajarlah untuk memulai mencintai dunia pendidikan, disiplin, menjadi pendengar yang baik, sabar, dan jujur. Karena peserta didik itu akan meniru setiap gerak guru, maka jadilah guru yang baik.

Tahukan kalian kawan, siswa akan menyukai guru-guru yang pada saat dikelas, pertama, guru memiliki semangat di depan anak. Kedua, guru menyampaikan materi pembelajaran yang menarikperhatian anak didiknya. Ketiga, guru yang tenangpada saat memberikan pelajaran di kelas. Keempat, guru memiliki perhatian dan kasih sayang terhadap siswa. Dan terakhir, seorang guru tidak menbandingkan anak-anak di kelas. Guru juga wajib memiliki karakter yang sangat baik sehingga bisa menjaga akhlak dan kepribadiannya di depan siswa-siswa, guru yang berkarakter ini yang bisa menjadi inspirasi di depan anak-anaknya.