Secara hakekat, belajar adalah proses peningkatan kemampuan baik di ranah kognitif, afektif dan juga ranah keterampilan melalui aktivitas interaksi antarelemen pembelajaran. Elemen pembelajaran yang dimaksud ada tiga, yakni guru, siswa dan media atau sumber belajar. Apabila terjadi interaksi yang sempurna antara ketiganya, maka itulah yang disebut dengan pembelajaran aktif. Tanpa adanya interaksi, maka tidak akan ada proses belajar.

Pembelajaran yang sempurna setidaknya memiliki lima tipe interaksi yang intensif, yakni:

– Interaksi antara guru dan siswa

– Interaksi antara individu siswa dengan individu siswa yang lain

– Interaksi antara siswa langsung dengan media dan sumber belajarnya

– Interaksi antara individu siswa dengan kelompoknya

– Interaksi antara kelompok dengan kelompok lain

Apabila pembelajaran aktif dapat berlangsung dengan baik, maka guru harus memastikan bahwa kelima interaksi tersebut harus benar-benar terlaksana semua. Interaksi yang terbangun harus benar-benar berada dalam lingkup kegiatan belajar yang bermakna, maka membangun ragam interaksi ini harus dengan metode pembelajaran yang tepat. Interaksi ini sangat erat kaitannya dengan metode pembelajaran, sebab interaksi ini hanya bisa muncul bila guru memfasilitasinya dengan suatu metode pembelajaran. Sehingga semakin banyak guru menggunakan metode pembelajaran, maka dalam sesi tersebut akan semakin banyak membangun interaksi antarelemen pembelajaran. Misalkan saja metode bermain peran secara berkelompok, maka metode ini akan dapat membangun interaksi antara individu siswa dengan kelompok.

Agung Pardini (Trainer Makmal Pendidikan)