oleh : Asep Sapa’at,Trainer dan Peneliti Pendidikan,

Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa Republika

Hasil riset J. Douglas Williams (2006) dari UNESCO Institute for Statistics, menegaskan fakta penting, bahwa faktor sosial ekonomi amat dominan dalam menentukan pencapaian prestasi siswa. Jika kita mencermati angka kemiskinan dari BPS yang mencapai angka 16,6%, pertanyaan kritisnya adalah, apa yang harus dilakukan untuk membantu masyarakat miskin kita dalam mendapatkan akses pendidikan berkualitas? Dampak penting apa yang akan terjadi jika masyarakat dhuafa (miskin) mendapatkan pendidikan berkualitas?

Belajar dari SMART Ekselensia Indonesia

SMART Ekselensia Indonesia (SMART EI) adalah sekolah model yang dibentuk oleh Dompet Dhuafa dengan peserta didiknya berasal dari anak-anak dhuafa yang memiliki potensi kecerdasan akademik & kepribadian unik. Seleksi bagi tunas bangsa hebat ini hanya perlu melewati 3 tahapan, yaitu seleksi administrasi, seleksi potensi akademik (Matematika & Bahasa Indonesia), dan kunjungan langsung ke rumah siswa yang lolos seleksi administrasi dan seleksi potensi akademik (home visit).

Melahirkan manusia pembelajar yang berbudi mulia, mandiri, berprestasi, serta berjiwa sosial adalah misi utama yang diusung SMART EI. Guna mewujudkan misinya, SMART EI merancang kurikulum unggulan, yang terdiri dari kurikulum asrama, kurikulum ekstra kurikuler, dan kurikulum sekolah dengan 7 bidang studi unggulan selama 5 tahun (Agama Islam, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Matematika, Al Quran, Teknologi Informasi Komunikasi).

Tidak berhenti sampai di situ, untuk membantu mengembangkan potensi dahsyat siswa dhuafa se-Indonesia ini, SMART EI melakukan kegiatan matrikulasi bagi siswa baru. Program ini berlangsung selama 4 minggu. 1 minggu pertama difokuskan pada kegiatan training quantum learning (menghafal cepat, membaca cepat, mencatat kreatif, dan menulis cepat). 3 minggu selanjutnya, siswa belajar materi kelas 6 SD hingga kelas 1 SMP.

Kini, siswa SMART EI berjumlah 137 orang, berasal dari 20 propinsi, yaitu Ambon, Bali, Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Kalsel, Kaltim, Lampung, NTB, NTT, Irian Jaya, Riau, Sulsel, Sulteng, Sumbar, Sumsel, dan Sumut.

Orang kaya punya prestasi, itu biasa. Orang miskin kaya prestasi, itu sungguh luar biasa. Juara 1 Lomba ‘Kreasi Barang Bekas’, Juara 1 Olimpiade MIPA Biologi & Fisika Tingkat Kab. Bogor, Peserta Terbaik Olimpiade Fisika Tingkat Propinsi JABAR, Juara 1 Lomba Tahfidz Juz 30 JSIT se-Jakarta, Juara 1 Lomba Membaca Puisi, Juara 1 Spellathon Competition, dan sederet prestasi lainnya yang direngkuh siswa dhuafa hebat ini menjadi terasa sangat bermakna.

Data Tes Psikologis yang Mencengangkan

Wischler Intelligence Scale for Children (WISC-R) digunakan untuk melihat gambaran kekuatan dan kelemahan profil kecerdasan siswa SMART EI angkatan pertama. Hasil psikotes ternyata dapat berbicara dan mengungkap banyak hal penting. Yang menarik adalah, profil kecerdasan siswa memiliki hasil yang rendah untuk kemampuan antisipasi sosial, berpikir logis, dan melihat inti permasalahan. Rata-rata IQ siswa adalah 106 (average). Hasil ini diduga akibat dari latar belakang sosial ekonomi keluarga mereka yang terjebak dalam kehidupan termarginalkan.

Untuk menyiasati data dan fakta di atas, SMART EI mengembangkan berbagai upaya pengkondisian. Pertama, memodifikasi lingkungan siswa. Setiap siswa diberi kebutuhan ruang pribadi dan kebersihan. Selanjutnya, pembina asrama menginternalisasi perannya sebagai orang tua bagi siswa. Pembina asrama menghindari sikap otoriter, interaksi demokratis dibangun dalam pembentukan kedisiplinan siswa, selalu berusaha mendengarkan aktif, serta senantiasa bersikap peka dalam memberikan respon terhadap pikiran dan perasaan siswa.

Kedua, kegiatan pembelajaran di kelas dirancang dengan menggunakan metode partisipatif yang menarik dan menantang siswa untuk mengeluarkan potensi terbaiknya.

Ketiga, siswa diberi fasilitas untuk mengakses ilmu pengetahuan tanpa batas. Perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium IPA, dan Pusat Sumber Belajar disediakan bagi para siswa untuk memuaskan dahaga akan informasi ilmu pengetahuan.

Apa yang terjadi pada siswa SMART EI 2 tahun kemudian setelah tes WISC-R dilakukan? Luar biasa, rata-rata IQ mereka adalah 111 (bright normal), bahkan ada beberapa siswa yang IQ-nya superior dan very superior.

Refleksi

Mengapa kemampuan Matematika dan IPA siswa kita selalu jeblok di mata dunia internasional? Data dari Trends in International Mathematics & Science Study (TIMSS, 2003) menempatkan siswa SLTP Indonesia berada pada peringkat 38 (IPA) dan 39 (Matematika) dari 41 negara.

Hasil tes lainnya dari Programme for International Student Achievement (PISA) 2003, menegaskan fakta lemahnya kemampuan membaca siswa kita. Tidak sekadar mencerna peringkat, dua informasi ini hendaknya dapat dijadikan informasi penting bagi para pengambil kebijakan untuk menentukan langkah strategis bagi pemenuhan hak anak-anak dhuafa akan pendidikan berkualitas.

Dengan menggunakan hasil riset J. Douglas Williams di atas dan bukti empiris riset kualitas pendidikan di SMART EI sebagai pisau analisis, kita dapat mencerna fakta penting bahwa jika keluarga miskin diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, maka sesungguhnya kita telah melakukan proses percepatan peningkatan kualitas pendidikan bangsa. Jangan biarkan terpuruknya kondisi sosial ekonomi memperdaya potensi, asa, serta harapan anak bangsa dari keluarga miskin.

Jika kita asumsikan data TIMSS & PISA sebagai salah satu indikator kesiapan SDM bangsa menghadapi persaingan di dunia global, maka satu pertanyaan kritis layak dikedepankan, sudahkah pemerintah memberikan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat dhuafa? Karena sangat mungkin, jika seluruh sampel atau bahkan sebagian siswa yang dijadikan subjek penelitian adalah dari kalangan siswa dhuafa yang bersekolah, maka rendahnya prestasi internasional siswa kita dalam tes matematika, sains, dan membaca sudah dapat diprediksi.

Alamat :

SMART EKSELENSIA INDONESIA

Jl. Raya Parung Bogor,Desa Jampang,Kec.Kemang Kab.Bogor, 16310, Jawa Barat, Ph.0251-610817, 610818, Fax. 0251-615016