BANDAR LAMPUNG, JUMAT – Sebagai salah satu wilayah dari 28 wilayah di Indonesia yang tergolong rawan gempa dan tsunami, pendidikan mitigasi bencana di Lampung sangat minim. Untuk itu, pendidikan mitigasi yang disisipkan di setiap mata pelajaran sebaiknya segera dilakukan untuk menyiapkan siswa atau masyarakat tanggap bencana.

Ahmad Fikri dari tim Makmal Pendidikan Insani Dompet Dhuafa, Jumat (22/2) pada acara Manajemen Tanggap Bencana Bidang Pendidikan untuk guru-guru sekolah dasar se-Lampung di Bandar Lampung mengatakan, sebetulnya Departemen Pendidikan Nasional sudah memasukkan pelajaran mengenai mitigasi bencana ke dalam kurikulum. Hanya saja, implementasi di lapangan tidak ada.

(lebih…)