SDN PACAR JADI AJANG WORKSHOP

BANTUL (KR) – Kompetensi sains berdasarkan Forum Trend in International Mathematics and Science Study 2003, untuk siswa Indonesia di tataran internasional berada di urutan 37 dari 44 negara. Ini menunjukkan bahwa kompetensi siswa Indonesia pada bidang tersebut cukup memperihatinkan. Hal ini tentu tidak lepas dari bagaimana guru menerapkan strategi pembelajaran dalam kedua bidang yang masih menjadi ‘momok’ bagi sebagian besar siswa.Berangkat dari hal tersebut, Makmal Pendidikan LPI Dompet Dhuafa menyelenggarakan workshop pembelajaran sains dengan pendekatan 7S2Q bagi guru-guru SDN Pacar Sewon dan MI Giriloyo 1 dan 2, Imogiri” kata Kepala SDN Pacar Dra. Siti Nurhayati. Kegiatan ini merupakan kegiatan berkala yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas. SDN Pacar dan MI Giriloyo adalah sekolah yang dibangun pasca bencana gempa 2006. Tidak hanya membangun fisik Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Exxonmobil dan BP Foundation, juga masih mendampingi sekolah menuju sekolah unggul.
Kegiatan yang dibuka oleh perwakilan dinas pendidikan Kabupaten Bantul Wagimin, dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 9- 10 Juli 2007, di SDN Pacar Sewon. Pelatihan yang ceria dan mengakitfkan para pesertanya, dibawakan oleh tim Makmal Pendidikan DD, Evi Afifah Hurriyati,M.Si dan Yanti Herlanti,M.Pd ini mengangkat tema “Pembelajaran Sains yang menyenangkan melalui Seven Steps to Quality (7S2Q)”. Pelatihan tersebut membekali para guru dalam merancang dan melakukan strategi pembelajaran sains yang menyenangkan serta bagaimana melakukan penilaian dengan pendekatan 7S2Q. Pendekatan 7S2Q adalah tujuh langkah kegiatan pembelajaran,yang terdiri dari : kegiatan pembelajaran yang selalu diawali dan diakhiri kegiatan dengan doa, selalu mengaitkan makna, melakukan eksplorasi, membangun pengetahuan, menyimpulkan, menerapkan dan memajangkan hasil kerja siswa. Pendekatan 7S2Q tidak hanya diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, tetapi digunakan juga dalam melakukan penilaian siswa, yaitu selalu memfokuskan pada indikator pembelajaran, menggunakan ragam model evaluasi, seleksi instrumen yang tepat, susun butir soal atau kriteria penilainya, sajikan dengan menarik dan bermakna, Skoring dan laporkan pada orang tua dan siswa.
Kegiatan yang dilakukan selama liburan sekolah ini, membawa semangat baru bagi guru-guru untuk memulai tahun pelajaran baru dengan penuh kesiapan untuk menerapkan pembelajaran yang lebih berkualitas. (Mdk)-n

Kedaulatan Rakyat, Rabu Wage, 11 Juli 2007