contoh papan display

 

A room without bulletin boards is barren. Students need to have something to look at besides bare walls. Bulletin boards teach, inform, inspire, and add a feeling of hominess to the classroom.”

(Kimberly Steele on Education World)

Sebuah ruangan tanpa papan informasi terasa gersang. Para siswa ingin sekali memiliki sesuatu yang dapat dilihat pada dinding di sekitarnya. Melalui papan informasi mereka dapat belajar, menemukan sebuah informasi, terinspirasi, dan menambah perasaan nyaman di dalam kelas. Demikian dikatakan oleh kimberly steele seorang guru di Abe Hubert Middle School, Garden City, Kansas.

Rasanya memang sangat berasalan. Mengingat kenyataan sekarang banyak sekali ruang-ruang kelas dipenuhi oleh pajangan-pajangan atau hiasan tanpa makna. Kadang “teronggok” sekian tahun tanpa pernah disentuh ataupun berganti wajah maupun pindah tempat. Kita bisa lihat misalnya : hiasan bunga, prakarya siswa (hanya yang paling baik di kelas), rangka manusia, peta, gambar-gambar pahlawan, dsb. Barang-barang tersebut tetap memiliki pesan dan makna. Tetapi sampai kapan barang tersebut layak terpampang di dinding kelas ? seberapa besar manfaat serta maknanya bagi guru dan siswa.

Satu hal yang menarik., yang kini terpampang di berbagai sekolah adalah pajangan hasil karya (istilah lain menyebutnya : display class, bulletin boards). Sebuah sarana belajar berbentu7k papan atau gantungan ini kini sering dimanfaatkan oleh guru-guru untuk memajangkan hasil karya atau hasil belajar siswa dalam bentuk produk. Papan display ini sesungguhnya adalah sebuah wadah atau tempat untuk memberikan informasi penting yang dapat menunjang pembelajaran di kelas.

Informasi yang dimaksud dapat berupa portofolio siswa, konsep atau materi yang sedang dipelajari misalnya di papan tersebut terdapat serangkaian gambar yang menunukkan proses metamorfosis pada katak, dapat pula berupa tema atau slogan yang menjadi dasar sebuah kegiatan belajar mengajar akan akan dilaksanakan.

TUJUAN

Adapun tujuan dari pajangan hasil karya siswa atau yang lebih sering disebut sebagai display ini adalah :

1. Sebagai tempat menempel berbagai jenis hasil pekerjaan atau karya siswa.

2. Sebagai bentuk penghargaan atas upaya yang telah dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan sebuah tugas atau pekerjaan.

3. Meningkatkan motivasi siswa, karena betapapun kualitas kerja yang dihasilkan akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk dapat dipajang.

4. Memberikan informasi, baik yang bersifat umum, seperti poster atau slogan, maupun yang terkait dengan pembelajaran, seperti bagan/chart/grafik, langkah kerja/rumus, dsb.

5. Sebagai hiasan yang dapat memperindah suasana kelas.

6. Sebagai bahan evaluasi bagi guru dan siswa serta orang tua melalui tampilan/pajangan yang tertera pada papan display. Misalnya bagi guru,, melalui pajangan siswa dapat secara langsung melihat kualitas kerja siswa dibandingkan dengan kompetensi yang harus diraihnya, sedangkan bagi siswa, ia dapat mengukur posisi hasil pekerjaannya dibanding dengan teman-teman lainnya. Sementara bagi orang tua, dapat secara langsung pula melihat kemajuan putra/i dalam meningkatkan kualitas kerja.

7. Karena seringkali papan display juga dianggap sebagai semi portofolio, maka display juga bertujuan menampilkan hasil kekayaan kelas ybs.

CARA MENDISPLAY

1. Semua hasil karya atau hasil belajar siswa yang berkatagori produk tanpa terkecuali harus mendapat kesempatan yang sama untuk didisplay.

2. Setiap hasil karya harus mendapat sentuhan akhir (finishing touch) dari guru terutama bagi siswa kelas 1 dan 2 hal ini dimaksudkan untuk membrikan contoh kepada siswa akan pentingnya sentuhan akhir dalamsebuah produk atau karya, sementara kelas 3 – 6 sudah harus dapat melakukan sentuhan akhir sendiri. Misalnya diberi hiasan tepi, diwarnai ataupun diberi montase/tempelan hiasan.

3. Hasil karya siswa disusun sedemikian rupa sehingga memiliki nilai artistik atau seni, minimal enak untuk dilihat.

4. Upayakan rentang waktu display tidak lebih dari 2 pekan (dapat pula sesuai kebutuhan) prinsipnya adalah hindari kebosanan yang diakibatkan oleh display kelas yang tak pernah diganti dalam jangka waktu yang lama

5. Bentuk hasil karya harus bervariasi

KESIMPULAN

Mendisplay bukanlah sekedar pekerjaan menempel hasil karya siswa semata, tetapi di sana juga terkandung sebuah nilai penerimaan dan penghargaan yang tinggi atas hasil kerja dari seorang siswa. Di sisi lain display juga menjadi salah satu tolok ukur produktivitas dari seorang guru dan gambaran dari perkembangan kelas. Semoga melalui display kelas ini para siswa dapat lebih termotivasi dalam menggeluti proses pembelajaran bersama para guru.

Warnai kehidupan kelas kita dengan display. Selamat berkarya.

Ditulis oleh : Ahmad Fikri

Disampaikan dalam Pelatihan Display Kelas di MI. Nurul Islam, Penjaringan, Jakarta Utara